Jika Bayi Mencret
Juli 16, 2008
Ada mitos, jika bayi mencert, berarti dia mau punya kebisaan atau beranjak pintar. Ups, hati-hati itu sekadar mitos yang belum tentu benar.
Sudah tiga hari ini, Ksatria Pertama mencret. Warna kotoran yang dikeluarkannya hijau campur coklat tua. Bau? Pastinya. Volume masih normal dalam artian ukuran dan sering tidaknya ia mencret. Kalau pagi, satu kali, siang kadang mencret kadang tidak. Sore juga begitu. Artinya tidak sampai 5-6 kali dalam sehari.
Si Enek selalu menganggap Ksatria mau punya kebiasaan. Maklum orang jaman dulu. Mamanya Ksatria sudah khawatir, jangan kenapa-napa. Soalnya sekitar Maret 2008 pernah kejadian, Ksatria mencret terus dan muntah setiap habis makan. Kami bawa ke dokter malam-malam di tengah mati listri meliputi Kota Bogor. Kata dokter, bayi lucu itu kena virus yang menyebabkan makanan tidak terserap dengan benar di usunya. Virus makin bereaksi dengan lemak susu yang dibawa susu formula. Jadi, sebanyaka apapun diminumi susu, dia akan tetap begitu. Dengan kata lain, buang-buang susu saja.
Dokter pun menyarankan kami mengganti susu formula biasa dengan yang versi Free Lactose (bebas lemak susu) hanya untuk beberapa hari saja sampai mencretnya hilang. Dokter juga memberi obat dan cairan isotonik sebagai pengganti cairan yang hilang akibat mencret.
Berat badan Ksatria wajar-wajar saja, saat itu tetap di kisaran 5 kiloan, sesuai dengan umurnya yang baru 3-4 bulan. Sikapnya juga wajar, dalam artian tidak lemas.
Tetap Bertenaga
Saat ini Ksatria juga masih terlihat bertenaga, meskipun ia mencret. Hanya memang minum susunya jadi lebih banyak. Saya berpikirnya batgus kalau ia jadi rakus susu. Pun dengan makannya. Beratnya, belum kami timbang lagi, apakah beranjak dari kisaran 6 kiloan di umurnya yang 5 bulan ini.
Sikapnya juga tetap ceria, apalagi ia kini menunjukkan kebisaan baru, nungging menuju duduk, meski masih sering gagal.
Namun, daripada daripada, kami putuskan untuk memberinya obat. Seorang teman merekomendasikan Kaopectate. Hmm, sepulang kantor saya mau mampir dulu ke apotik untuk membeli obat tersebut.
Nah, bagi yang butuh informasi tentang mencret pada bayi, artikel yang saya copy paste dari hanyawanita.com ini, mungkin berguna. Thx to hanyawanita.com.
Jika Bayi Mencret (hanyawanita.com)
Jiika Anda masih beranggapan diare pada bayi lebih berbahaya ketimbang pada anak-anak yang lebih besar, sebaiknya buang jauh-jauh. Pola pikir seperti itu dapat menyesatkan dan berakibat gawat
Kehilangan cairan dalam jumlah besar jika tak segala diganti akan berakibat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), dan berakibat fatal, baik pada bayi, anak-anak atau bahkan orang dewasa
Lupakan anggapan jika bayi mencret dalam jumlah tak wajar, itu pertanda menjadi pintar! Mitos ini keliru. Saat ini, diare masih menjadi penyebab kematian pada bayi dan balita. Terutama pada peralihan musim, dimana diare jamak berkembang
Anak dikatakan menderita diare jika buang air besar lebih dari 5-6 kali sehari. Namun tak selamanya mencret dikatakan diare. Misalnya pada bayi yang berusia kurang dari sebulan, yang bisa buang air hingga lima kali sehari dan fesesnya lunak
Bagaimana diare yang perlu diwaspadai? Jika volume feses dalam jumlah banyak, sangat encer seperti air beras, berbau busuk, berlendir atau berdarah dan warnanya berubah, segera bawa bayi atau balita Anda ke dokter.
Apa tanda-tanda dehidrasi? Anak menunjukkan gejala kehausan, berat badan turun, elastisitas kulit berkurang, mata dan ubun-ubun cekung, selaput lendir pada bibir, mulut dan kulit tampak kering. Kalau anak menderita diare, beri minum segelas air dicampur garam atau cairan oralit habis buang air besar.
Tips penanganan diare pada bayi dan anak:
- Pada bayi jangan sembarangan mengganti susu formula, apalagi kalau hanya termakan bujukan iklan. Mengganti susu sembarangan bisa jadi pencetus diare pada anak.
- Sebisa mungkin pertahankan ASI agar kekebalan tubuh bayi tetap optimal
- Jika masih diare, hindari makanan yang sukar dicerna, seperti serat, lemak dan vitamin. Sebagai gantinya beri bubur, daging atau ikan halus, apel dan pisang. Boleh juga beri balita susu rendah lemak (susu formulasi khusus)
- Beri minum sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi, terutama larutan garam
- Anak diberi obat diare. Salah satu contoh obat diare yang dapat menetralisir kuman atau racun di dalam saluran pencernaan yaitu kaolin dan pectin. Kaolin dan pectin ini bekerja pada usus besar untuk menyerap kuman atau racun yang terdapat di dalamnya
- Jika keadaan tak segera membaik, segera bawa ke dokter untuk pertolongan lebih lanjut.
Beberapa link berguna tentang bayi mencret (thx to google):
- info.balitacerdas.com/mod.php?mod=diskusi&op=viewdisk&did=35 – 15k –
- www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg05096.html – 10k -id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071217082928AAaq8vF – 53k -
- www.idai.or.id/konsultasi/detil.asp?q=29 – 16k
- www.idai.or.id/konsultasi/detil.asp?q=29 – 16k
Entry Filed under: Baby's Diary. Tag: bahaya bayi mencret, bahaya diare, bahaya diare pada bayi, bayi, bayi kekurangan cairan, bayi mencret terus, diare, diare pada bayi, jika bayi mencret, kaopectate, kesehatan bayi, ksatria, ksatria pertama, kuman pada bayi, susu formula, virus bayi.
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed












1.
Gunantoro | Agustus 27, 2008 at 11:42 am
thanks banyak boss, saya juga lagi bingung nich, jagoan saya juga udah seminggu ini mencret, apalagi kalo malem, ampe popok abis,
2.
Hardono | Oktober 8, 2008 at 4:08 am
Thanks untuk infonya, anakku kalau ook juga cair seperti mencret tapi frekuansinya masih jarang sih.
3.
Hotman S | November 15, 2008 at 6:38 am
Terima Kasih Atas infonya…
anakku juga dah 3 hari muntah dan mencret …setiap makan bubur saring atau susu pasti muntah atau mencret.. kasihan sekali …
4.
Eko Rudianto | Februari 12, 2009 at 11:02 am
Minta saran,bayiku umur 2 bln ini,dia mencret udah 1bln lbh+udah diksh obat tdk sembuh jg.emang sih lg musim hujan.tp kadang sikecil lg kentut eeknya ikut keluar sedikit.pusing ak jd.minta saran.thank+matur sembah nuwun
5.
Gibran | Februari 12, 2009 at 11:17 am
Thanks y infonya. Coz klo dikit2 kdokter g jamin jg tenang.