Ksatria dan Aa Dewa

Juli 11, 2008 at 10:23 am Tinggalkan komentar

Ksatria punya kakak sepupu, Dewa Samudera Prana. Umurnya bertaut lima tahun, jadi, ketika Ksatria lahir, si Aa sudah berumur lima tahun.

Dewa bukan orang Sunda, dia memang lahir di Depok, tapi orang tuanya sama sekali bukan orang Sunda. Ayahnya Makassar, Ibunya kelahiran Lampung, sama seperti ayah Ksatria. Tapi karena besar di Bogor, Dewa sudah merasa menjadi orang Sunda. Makanya ia maunya dipanggil Aa, bukan abang atau mas.

Si Aa suka dibohongin waktu Ksatria masih di dalam perut. Katanya di dalam perut Ksatria sudah bisa main PS, nonton Naruto, dan naik sepeda. ‘Gak mungkin’, komentar Dewa tiap kali omnya, ayah Ksatria mengatakan demikian. Ya, Dewa bukan anak kecil bodoh. Tapi ia masih tetap tampak acuh menyambut kelahiran Ksatria, sejak di dalam perut.

“Aku enggak suka bayi”, katanya ketika ayah Ksatria berbcara tentang bayi yang akan lahir dan bernama Ksatria. Ketika di rumah sakit, saat Ksatria brojol dari perut ibunya, Dewa tampak exciting, “Si Mungil”, katanya sambil melihat Ksatria yang tergolek di inkubator beberapa jam setelah lahir.

Dan benar, dalam perkembangannya, Dewa menjadi berubah, yang tadinya “Aku enggak suka bayi”, menjadi “Ia Aa sayang sama Ia”. Ya, Dewa memanggil Ksatria “Ia. Kini tiap pagi Dewa selalu menyambut Ksatria digendong turun dari lantai dua, “Si Mungil”, katanya sambil memgangi kaki Ksatria lalu minta waktu untuk memeluknya.

Sepanjang hari selama liburan menjelang masuk SD, Dewa kini ikut menjaga Ksatria. Diajak maen PS, tentu saja KSatria belum bisa. Palingan ikut gantian menggendong, mengajak bicara, dan memeluk Ksatria. Si Aa juga senang tiap kali KSatria “memakannya”. Maklum bayi umur lima bulan seperti Ksatria senang memakan segala, termasuk pipi dan kuping si Aa.

Lalu, Bundanya Dewa, menggoda, dulu katanya “Aku enggak suka Bayi”. Sekarang, Dewa malah pengen mandi ala Ksatria, di bak mandi bayi, padahal dia badannya udah gede. Makan maunya disupain kayak Ksatria, aduh deh…

Inilah, yang menurut ayah, kekuatan Ksatria, sang penakluk. Bayi mungil ini mampu meluluhkan hati Dewa, yang tadinya terkesan tidak mau tersaingi oleh kehadiran adik baru di keluarga besar kami.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , , .

Ksatria di Kebun Raya Bogor Bahaya Pornografi Bagi Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Flickr Photos

wing1

sekolah1

car free day6

car free day5

car free day4

Lebih Banyak Foto
Indonesian Muslim Blogger

Add to Technorati Favorites

Beri Tahu Saya Jika Ada Posting Baru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


%d blogger menyukai ini: